Loader
Komentar Terbaru
Pos-pos Terbaru

Kabupaten Tegal Digelontor Investasi Rp 2,19 Triliun

Bupati Tegal Umi Azizah menjalin komitmen investasi senilai Rp 2,19 triliun dari sejumlah penanam modal dalam acara Central Java Investment Bussiness Forum (CJIB) ke-15 di Hotel Bidakara, Jakarta Selasa (5/11/2019).

Dalam acara tahunan yang dibuka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu diikuti oleh kepala daerah dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah di mana nilai investasi total yang dibukukan mencapai Rp 49.96 triliun.

Menurut Bupati Umi, forum tersebut merupakan ajang menarik untuk menawarkan peluang investasi di daerah. Terlebih Jawa Tengah, lanjut Umi, menjadi pilot project pertumbuhan ekonomi 7 persen.

“Maka setiap daerah di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Tegal berlomba-lomba menarik investor, baik dari dalam maupun luar negeri,” katanya.

Umi mengungkapkan, investasi yang masuk ke Kabupaten Tegal tersebut sebagian memang sudah ada penjajakan awal di tahun 2019. Dalam CJIBF lebih menekankan pada komitmen keberlanjutan dan realisasinya.

Umi mencontohkan, salah satunya adalah investasi PT. Aquo Energy senilai Rp 2 triliun yang rencananya akan membangun instalasi pembangkit listrik tenaga bayu atau angin di Kecamatan Margasari.

Ada sejumlah pengusaha lainnya yang sudah “listing” pertemuan seperti dari PT Mahakarya Guci Propertindo yang akan membangun Hotel Dafam di kawasan wisata Guci dengan nilai investasinya Rp 135 miliar, PT. Lotte Shopping Indonesia yang akan membangun pusat grosir senilai Rp 50 miliar dan PT. Sanial Jaya Mandiri, perusahaan properti perumahan dengan nilai investasinya Rp 10 miliar.

“Harapan kami dengan adanya investasi ini akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Tegal di samping mengejar pertumbuhan ekonomi lewat multiplier effect-nya,” ujar Umi.

Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat membuka CJIBF mengatakan bahwa target investasi Jawa Tengah tahun ini adalah Rp 47.42 triliun. Ganjar optimis, pihaknya akan bisa memenuhi target tersebut karena Jawa Tengah memiliki daya saing dalam hal potensi, dukungan infrastruktur, tenaga kerja dan komitmen yang kuat untuk mendorong peningkatan investasi melalui kebijakan yang pro investasi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tegal Fakihurrohim mengatakan, pihaknya berencana menggelar forum serupa di tingkat Kabupaten Tegal tanggal 18 November 2019 mendatang.

“Bussiness meeting forum akan kita selenggarakan dengan mengundang para investor potensial untuk kita tawarkan kesempatan berinvestasi di Kabupaten Tegal”, katanya.

Ditanya soal kesiapan, Fakih mengatakan soal perizinan dijamin semuanya mudah dan transparan.

Pihaknya saat ini juga sedang menyempurnakan profil investasi untuk acara tersebut.

Salah satu investor yang hadir dalam CJIBF ini adalah Presiden Komisaris PT. Mahakarya Guci Propertindo, Asahel Santoso yang berencana membangun hotel Dafam Guci Resort setinggi 7 lantai sekelas bintang tiga atau bintang empat yang dilengkapi 70 vila.

Ditanya soal pertimbangannya menanamkan investasinya di Guci, Santoso menjelaskan jika pihaknya akan menangkap peluang segmen wisatawan kelas menengah ke atas disamping potensi wisata alam Guci yang sangat baik, terutama air panasnya.

“Belum lama ini, sekitar dua bulan yang lalu saya sempat berendam di onsen di lereng Gunung Fuji Jepang, ternyata airnya itu tidak lebih baik dari air panas yang ada di Guci. Menurut saya, air geothermal Guci adalah salah satu yang terbaik di Indonesia atau bahkan di dunia,” katanya.

Faktor lain yang tidak kalah pentingnya diungkapkan Santoso adalah komitmen kepala daerah. “Kabupaten Tegal punya bupati yang luar biasa, mulai dari pola berpikirnya, keramahtamahan dan keberpihakannya kepada investor dan ini yang sangat kami harapkan,” ujarnya.

No Comments

Post A Comment